Mantan Presiden Donald Trump, yang kini kembali menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat sejak 20 Januari 2025, telah mengambil langkah signifikan dengan menyatakan darurat ekonomi nasional. Keputusan ini, yang mengacu pada Undang-Undang Kekuatan Ekonomi Darurat Internasional (IEEPA), bertujuan untuk mengatasi apa yang disebut Donald Trump sebagai ancaman dari praktik perdagangan luar negeri yang tidak adil dan defisit perdagangan yang tidak terkendali.
Pernyataan darurat oleh Donald Trump ini diikuti dengan pengumuman tarif minimum 10% pada hampir semua impor ke Amerika Serikat, yang berlaku mulai 5 April 2025. Selain itu, tarif yang lebih tinggi diberlakukan pada impor dari beberapa mitra dagang tertentu, termasuk China, menunjukkan komitmen Donald Trump untuk mengubah lanskap perdagangan global.
Langkah ini, meskipun kontroversial, konsisten dengan filosofi “America First” yang diusung Donald Trump selama masa kepresidenan pertamanya dan dalam kampanye terbarunya. Tujuannya adalah untuk mendorong konsumen Amerika membeli lebih banyak produk buatan dalam negeri, meningkatkan penerimaan pajak, dan memicu investasi besar-besaran di sektor manufaktur AS.
Reaksi terhadap kebijakan baru Donald Trump ini beragam. Sejumlah ekonom mengkritik pandangan bahwa defisit perdagangan secara inheren merugikan, memperingatkan bahwa tarif dapat menyebabkan kenaikan harga konsumen, mengurangi pertumbuhan PDB, dan bahkan memicu resesi di AS. Namun, pendukungnya berargumen bahwa ini adalah langkah penting untuk mendapatkan kembali kedaulatan ekonomi.
Pernyataan darurat ekonomi nasional ini juga memicu kekhawatiran tentang ketidakpastian kebijakan ekonomi. Para ahli berpendapat bahwa pengenaan tarif yang luas dan kadang sewenang-wenang dapat menekan aktivitas ekonomi karena perusahaan dan rumah tangga menunda keputusan investasi, perekrutan, dan konsumsi.
Meskipun demikian, pemerintahan Donald Trump tetap berpegang pada keyakinannya bahwa tarif diperlukan untuk memastikan perdagangan yang adil, melindungi pekerjaan Amerika, dan mengurangi defisit perdagangan. Ini adalah bagian dari upaya yang lebih luas untuk membangun kembali ekonomi dan memperkuat keamanan nasional dan ekonomi Amerika.
Dampak jangka panjang dari deklarasi darurat ekonomi nasional dan tarif ini masih harus dilihat. Perkiraan awal menunjukkan bahwa kebijakan tersebut dapat menyebabkan pertumbuhan yang lebih rendah dan inflasi yang lebih tinggi secara global, dengan AS mungkin menjadi negara yang paling terpukul.